Selasa, 11 September 2007

Sisihkan waktu untuk “merenung”

** --- **
Sering kali.. dan bahkan mungkin sering sekali kuhabiskan waktu hanya untuk merenung, kala aku merasa sendiri, kala aku merasa sepi, kubawa diriku dalam renungan.. dan hampir selalu kudapatkan dan kutemukan kepedihan dan sakit hati. Dalam renunganku selalu kutemukan diri dalam hidup yang sakit, dalam renunganku hanya kutemukan masa lalu yang gelap.. masa silam yang suram.. renunganku hanya mengenang kepedihan dan sakit hati. Dalam renunganku hanya kutemukan kenyataan hidup yang terasa sendiri dan menyakitkan. Dan dalam renunganku pula hanya terbayang bentangan masa depan yang aku rasa begitu gelap.. dalam renunganku hanya terbayang kesengsaraan dan kepedihan yang mungkin Allahpun tak menggoreskan itu dalam suratan hidupku. Aku terlalu tenggelam dalam kenangan, kenyataan dan khayalan yang hanya membuatku luluh dan menangis..

Ah.. Ternyata aku telah salah menerjemahkan arti “merenung”, renungan yang hakiki tak kan membawa pada kesedihan dan tangisan, juga takkan juga menghadirkan lemahnya semangat dan gairah hidup. (Maafkan aku Ya Allah yang begitu lama melupakan-Mu, dan Maafkan aku Ya Allah yang telah lupa mensyukuri segala nikmat fdan anugrah-Mu)

Kenangan adalah sesuatu yang telah lalu, takkan dapat kita rubah lagi walau kita menangis sampai air mata ini kering, kenangan kita ingat hanya untuk koreksi dan introspeksi diri, mencari khilaf yang kita lakukan untuk mencari sebuah solusi menuju hidup dan masa depan yang lebih baik. Menjadi sebuah pengingat dalam perjalanan hidup kita kedepan.

Kenyataan yang kita jalani sekarang janganlah juga kita rasakan sebagai suatu musibah, derita atau bahkan suatu kesuksesan dan kebahagiaan semata, tapi pandanglah sebagai jalan hidup yang harus kita jalani dengan selalu berpegang pada apa yang telah Allah tunjukkan pada kita (Al-Qur’an dan Al Hadits). Syukuri dan perjuangkan apa yang telah kita raih.., dan ikhlaskan dan tetap perjuangkan dalam doa serta usaha untuk apa yang telah hilang dan untuk apa yang belum kita raih…

Menyesali kenangan dan kenyataan hidup sepertinya bukanlah sesuatu yang patut kita lakukan sebagai seorang masih diberi anugrah dan hidayat untuk masih bisa mengingat Allah SWT, serta selama kita kita masih berpegang teguh pada pedoman hidup yang begitu sempurna, firman Allah SWT dan sunah rosulullah SAW.

Mengenangkan masa depan juga bukanlah sesuatu yang tidak boleh,hanya janganlah kita terlalu terbelenggu akan bayangan masa depan yang kita reka-reka dalam pikiran sendiri, ketika kita tergoda untuk membayangkan kesuraman dan kesedihan maka lemahlah hati dan semangat kita. Dan ketika kita tergoda tentang bayangan yang berlebih tentang suatu keberhasilan atau kebahagian masa depan, itu hanya akan menjerumuskan kita pada kurangnya sikap sadar diri dan kehati-hatian dalam melangkah.. Bayangkan masa depan sewajarnya, sebagai pendorong dan pemacu langkah kita untuk meraih asa dengan segala usaha dan pejuangan, serta dengan selalu berpegang teguh pada Al-qur’an dan Al-Hadits sebagai kontrol diri dalam perjalanan hidup kita di dunia. Maka hidup kita akan selalu waspada dan takkan goyah baik saat kita raih keberhasilan maupun saat kita merasa menderita kehilangan atau kesengsaraan.

Hayati dan pahami apa yang telah kita alami dan apa yang akan kita lakukan, temukan kesadaran diri dalam hati dan pikiran yang jernih.. dan kembalilah selalu pada petunjuk-Nya.. Insya Allah kita temukan kedamaian dan ketenangan dalam menjalani hidup. Amien.

Coder room
17.11 wib – 11 september 2007
**teman, tolong sadarkan aku saat aku salah dan lemah**

Tidak ada komentar: