Rabu, 16 Januari 2008

tersenyumlah II


teruntuk jiwa yang mulai lelah...

Jarang-jarang aku merasa meradang seperti saat ini, aku pernah berkata aku adalah orang yang tak punya rasa sakit hati.. apapun yang terjadi.. apapun yang aku terima.. pada akhirnya aku akan selalu tersenyum.. haha.. memang seperti itulah diriku ini..

karena bagiku apa yang terjadi kemaren, yang terjadi di masa lalu, dan apa yang terjadi saat ini hanyalah sebuah cerita hidup..

kalo keping-keping kenangan itu sebuah senyuman.. hehe.. itulah cerita yang akan kubingkai indah atau aku laminating, dan kusimpan dalam harumnya ”document keeper” di bagian hati yang paling mudah kugenggam..
tapi jika buih-buih kenangan itu hanyalah sebuah chernov face dengan mulut tertarik ke bawah dan alis tebal yang menyatu.. hehe.. itulah sebuah cerita yang akan aku beri sampul berwarna norak dan akan selalu aku coba baca dan kupahami.. agar si mulut itu jadi tertarik keatas dan terpancar sinar bahagia dari muka jelek si chernov...

tapi seperti yang jarang-jarang tadi.. kali ini aku benar-benar tak tahu harus berbuat apa terhadap cerita sialan ini.. mau aku bingkai dan aku laminating?? hatiku berbisik ”untuk apa guoblok!!” atau mau aku beri sampul dan aku jadikan teman menjelang tidur.. nuraniku berbisik ”percuma guoblok!!”

****

”ah.. kau yang guoblok monyet” teriakku.. masak aku harus menyerah, haruskah aku mengulang lagi sebuah kenangan memalukan.. kala aku hanya bisa diam dan merelakan diriku dilemparkan ke dalam kotoran sapi bercampur dengan kencing-kencingnya gara-gara ga mau latihan qiro’ buat acara halal bihalal kampung.. kala itu aku hanya bisa terisak dan mengibarkan bendera putih bertuliskan ”aku memang guoblok”.

So.. meski kali ini aku berteman dengan sebuah benci yang meluap-luap dan sakit hati yang menggebu-gebu.. juga bersahabat dengan perih hati yang bisa mendidihkan salju di kutub utara.. haha.. jangan harap kau lihat aku terisak dan memegang sebuah ranting yang menjadi naungan sebuah kain putih yang terpahat makna ”aku hanya bisa menangis untuk cerita ini”.

haha.. dan kaupun pasti akhirnya hanya dapat geleng-geleng kepala dan tersenyum.. melihat aku yang selalu berdiri setiap kali aku terjatuh dan selalu tersenyum setiap kali aku tergores oleh pedang nasib.. aku adalah aku.. dan aku akan tetap menjadi aku yang selalu tersenyum...

Tidak ada komentar: